Selasa, 21 April 2015

PMS, Dilan, dan Rindu

Tiba-tiba, tangan kanannya, memegang tangan kiriku. Ia tatap mataku dan senyum. Aku juga begitu kepadanya. Lalu, aku merasa sedang ditarik ke dalam pusaran yang begitu manis rasanya.

...

"Mana tanganmu?" Dilan mencari-cari tanganku.
"Kenapa?"
"Mau megang lagi."


Di saat harusnya saya membaca buku pelajaran dan merampungkan tulisan, saya malah buka Dilan. Terima kasih kepada PMS yang membuat saya malas melakukan apa pun. Terima kasih kepada Dilan yang bikin perasaan saya makin tidak keruan, eh mungkin itu seharusnya diucapkan kepada Pidi Baiq. Terima kasih kepada rindu yang... ah, susah ngomongnya.

PMS, Dilan, dan rindu. Sempurna untuk kukur-kukur tembok di pojok.


Nb: Tapi, walau apa pun dan bagaimanapun itu, adegan di atas memang manis sekali. :)


selo dan mbuh