Jumat, 26 Oktober 2012

hidup di suatu masa


hidup yang benar-benar ngangeni, tempat di mana cinta tumbuh dan terpelihara



anak pertama yang dilahirkan dari hasil pergumulan tiga orang tua. proses melahirkannya sama-sama mempertaruhkan nyawa. maka, ketika ia lahir tak ada hal lain yang lebih membahagiakan di dunia ini.


aku jadi cinta panggung. sungguh.

berlapang dada


Hidup adalah cerita yang tak pasti
tapi banyak hal yang harus dilalui
Hidup adalah gelisah yang mencari
karena banyak hal yang harus dipahami


Potongan lirik yang sungguh membekas di hatiku sejak pertama kali mendengarkannya. Tak disangka pula, aku pernah diberi kesempatan untuk menyanyikannya. Tiap kali lagu ini disenandungkan, entah oleh siapa pun, aku memejamkan mata dan membiarkan liriknya berkumandang sendiri di dalam kepalaku. Mungkin karena sangat nyata dan dekat, maka lagu ini sampai-sampai kutulis besar-besar di pintu lemari pakaianku.

Dua orang teman yang menuliskan dan menggubahnya dulu. Dua orang teman yang hingga saat ini selalu menakjubkan dengan segala hal yang dapat dan pernah mereka lakukan. Sederhana. Mereka menulis lirik dan mencipta nada yang sederhana, tapi sungguh…tak pernah sesederhana itu untuk diresapi dalam hati.

Ya, memang semua cerita ini tak pernah pasti. Dan sekali lagi ya, biar bagaimana pun cerita itu harus tetap dilalui. Maka, hanya kepasrahan hati yang akhirnya selalu ingin diperjuangkan agar tak selalu berkeluh kesah dan menerima semuanya dengan lapang dada.

Ya, kegelisahan itulah yang justru menandai bahwa kita masih hidup. Dan sekali lagi ya, semua penyebab kegelisahan yang sering tak tertebak itu harus tetap dipahami. Bukan ironis, memang begitulah adanya semuanya harus berjalan.


It’s true, I mean it from the bottom of my heart
It’s true, without you I would fall apart

menantimu pulang dan berharap engkau pulang

ketika kita bicara


Tak semua orang bisa melakukannya. Bicara tentang hidup dan kehidupan seolah-oleh waktu berhenti dan memang menunggui kita selesai membicarakannya. Karena ketika lelah, bukan selalu tidur dan rebah yang kita butuhkan. Bisa jadi kita tetap butuh istirahat dalam keadaan terjaga. Sungguh-sungguh terjaga dan melihat kembali sekitar dengan mengambil jarak darinya.

Aku sangat gembira menemukan matamu yang berbinar, senyummu yang lebar jika kita sedang bicara. aku membayangkan dirimu yang penuh tenaga bergelut menghidupi dirimu lewat apa pun yang sedang kamu kerjakan. Aku gembira menemukan kamu menjalani apa yang kamu cintai. Sebab sesungguhnya, aku tidak pernah betul-betul percaya pada kemuakanmu atas hidup yang kini kamu jalani. Aku sudah bilang, suatu hari kamu akan jadi seorang bapak yang lucu, yang protektif dan kadang galak, namun tetap saja tak sampai hati melihat anaknya menangis. Aku senang mendengarkan harapan-harapan dan cita-citamu, menyemangatimu untuk terus bergerak menembus batas-batas diri. Aku menikmati kepercayaan dirimu untuk membuat banyak hal jadi mungkin. Aku selalu terpesona melihat angin menyibak rambutmu yang lembut, menerbangkan butir-butir mimpi dari kepalamu untuk dihantarkan pada tangan-tangan yang akan menggenggamnya dan membangunnya jadi nyata.

Bernyanyilah Cintaku…kamu akan menyongsong mimpi-mimpimu dengan tangan, kaki, pikiran, dan hati yang siap menari bersama lantunan tembang hidupmu. Aku pun akan turut bernyanyi dan menari untukmu dan bersamamu.


24 Oktober 2012
menulis cerita hari ini

Senin, 22 Oktober 2012

Patience


Patience is a hut
where to cover from anger
where to cover from tiredness
where to cover from wound

It hides your happiness
runs away with it
so that no choice but chase it
if you fall, just continue running

Inciting Incident


Father asked me, “Who do you think you are?”
I will say, “I’m your clever little girl.”
Mother asked me, “Who do you think you are?”
I’ll say, “I am your mature teenage girl.”

Brothers told me I am obedient
At the same time a worth-fighting sister
Singing me a song of consolation
Then trick me over a joke and laughter

But world turns upside-down reality
Cleverness accompanies to downfall
Maturity distances honesty
Obedience collects hurts to feel small

Someone unknown asked me, “Who are you now?”
I found no answer and I don’t know how