Posesif


Jika ternyata memang kamu yang bisa mengurai belitan rindu dalam diriku,
apakah salah aku mencintai berada di sisimu?
Aku tidak mencari-cari alasan
Hanya saja memang begitu kenyataan yang baru kusadari
Kamu membawakan hal-hal yang telah lama hilang dari hidupku
Dan yang selalu aku rindukan untuk kembali
Kamu membuatku merasa kembali memiliki segalanya
Kamu membuat utuh lagi hari-hariku yang selalu terasa berlubang
Sungguh, hal terbesar yang kutemukan kamu lakukan adalah
melepaskanku dari rindu yang benar-benar menyesakkan
Aku merasa aman di sekitarmu karena aku percaya aku kembali memiliki orang-orang yang kucintai
Ya, orang-orang yang ada dalam dirimu sekaligus
Kamu menghidupkan kembali kenangan-kenangan tentang mereka
Yang seiring waktu berjalan ternyata kerap terlupakan
Di tengah hari-hari yang penuh ini, kamu membawa mereka kembali
Untuk kembali kuingat bahwa aku pernah melewatkan waktu-waktu berharga bersama mereka
Waktu-waktu yang pasti tak akan pernah terulang lagi, itu yang aku percaya dulu
Namun, ternyata kamu sungguh membuatnya terulang
Bagaimana bisa aku tidak mencari keberadaanmu?
Aku mengenalmu seperti apa yang kamu suguhkan padaku
Tak usah pedulikan siapa orang-orang yang kamu bawakan padaku itu
Sepenuhnya aku menerimamu
Lantas, jika memang kamu melakukan semua hal itu,
apakah salah aku mencintai berada di sisimu ?

untuk matahari

Komentar

  1. gak tau, pas jalan2 ketemu blog ini. Tulisanmu bagus, melankolik, penyendiri. Tapi aku suka. Terus nulis n tak tunggu karyanya.

    Oya, aku inget budi darma. ini soal seseorang dan karyanya. menurut dia, "setiap karya itu tak pernah jauh dari kehidupan penulisnya". kupikir ada benarnya, sebab menulis dimulai dari apa yang kita tau, dan memulai merambah sesuatu yang tidak kita tau dan merangkak berjalan perlahan-lahan.

    pikiran yang menarik, tentu saja. tapi sombong juga kalau ku pikir. tapi, boleh kiranya kita mengikuti apa kemauan orang sombong dewasa macam dia: aku ingin lihat karya-karya yang ada di luar dirimu, pribadimu, duniamu.
    menurutku, sudah cukup sempurna caramu menggambarkan hidup dan segala yang berkecamuk di pikiranmu, sekalipun tak jauh dari dirimu. pasti sesuatu yang ada diluar dirimu akan bisa kau tuliskan tak kalah menariknya.

    hehehehe
    kalau ada dunia maya, rasanya aku tak perlu ke jogja. hahahahaha

    BalasHapus
  2. 'melankolik, penyendiri'...hahaha, itu menarik. *njuk mikir opo iyo aku koyo ngono

    menurutku, sekalipun kita menulis tentang hal-hal di luar diri kita, apa yang ada di sekitar kita pun akan tetap mempengaruhinya. hmm...sedang saya coba menulis tentang hal-hal lain, tapi masih belum pede. haha...kapan2lah, tunggu saja saya menulis apa lagi.

    kalo kamu ke jogja cuma buat nemuin richy, itu memang percuma. ahahaha :D

    BalasHapus
  3. koyok'e iyo. hahaha

    ketemu pisan ae. rai gedek ae. percayalah, tulisan jelek itu tidak dosa. mengapa malu. Tapi soal jadi adiknya richi, aku bisa paham kalau kamu malu.

    kakakmu itu teman sok kenal yang tiba-tiba jadi cocok dalam banyak hal. aku jadi pengen tau kampung kalian (richi, veta, kamu) di atambua sana.

    BalasHapus
  4. yaah, sepertinya memang begitu. haha, banyak orang bilang begitu. padahal ak sok heboh dhewe...

    nah, akhirnya kamu mengerti soal fitnahmu itu. memang memalukan. dan ak nggak sekampung sama richy. kami datang dari keluarga yang berbeda. tp mungkin hasilnya sama2 kacau.

    BalasHapus
  5. Heeeee, ngeleeeeess.
    Kata Richi n Veta emang gitu kok dari atambua sana. Gpp kok, itu semua bukan aib.

    jadi melankolika pada wajah seseorang tidak bisa di sembunyikan.

    wee, ini blog pertamaku, maria.

    BalasHapus
  6. akh, kamu kena tipu sm mereka, ckckck...nggak terhormat bgt, ahahahaha.....

    emangnya di wajahku ada melankoli? hahaha
    sip2, gimana kalo kamu mulai memanggilku 'pita' ketimbang maria?

    BalasHapus
  7. weyyytssss, jgn salah.... keluarga anyan itu terhormat. keturunan pemberontak besar dari somalia, mbah buyutnya perang sama raja jin, mbahnya perang lawan amerika; nolak diterapkannya demokrasi. trus kakak-kakaknya udah jadi bajak laut yang nyandra kapal kita, malingasia, ama korea. kurang hebat apa coba????

    jangan ngeremehin donk.

    wajah si enggak. cermin paling jujur itu ada di mata.
    nah itu masalahnya. aku gak suka manggil apa yang udah orang panggil. orang manggil kamu "pita", tapi aku manggil "maria". itu lebih bagus

    BalasHapus
  8. yaaah, menurutmu mungkin hebat, tapi bagiku richy yang ada di depan mata adalah tidak seperti itu. titik. hahaha

    oke, itu menarik. silakan panggil aku maria,udah lama juga ak nggak dipanggil kayak gitu. hahaha. :D

    BalasHapus
  9. ow rici gak hebat ya? ya sudahlah. kasihan. tapi tetep kakakmu kan *melas.

    hehe, emang dulu dipanggil maria juga ya? nama pita itu tidak menjual. kamu pasti tau kopian dari cetbang, kan? itu yang kemudian dinamai meriam. itu kan berasal dari kata maria, bukan pita. mestinya kamu juga suka n bangga. hahahaha

    lho, mana toh, kok gak nulis2.
    apa mau jadi terus posesif?

    BalasHapus
  10. tidak bisa, ak tidak akan terpengaruh kamu melas apa nggak. wek.

    yoi, dulu waktu sma, pada manggil maria. yoi, ak tau itu cetbang, tp juga kan maria itu banyak banget. hahaha....trus itu 3 suku kata, jd agak sulit memutuskan suku kata yg dipake untuk memanggil. tp, asik2 aja sih dipanggil maria...

    lha, kamu jg g nulis2 lho mas, dari kemaren ak nggak liat posting barumu. hayooo

    BalasHapus
  11. sudahlah cuma soal waktu dan kamu pasti terpengaruh. hehehehe :) *ngancam bawa palu

    aku gak terlalu memusingkan memanggil orang dengan jumlah suku katanya. aku juga gak akan sungkan manggil namamu misalkan sampai tujuh suku kata sekalipun. Misalnya: ma-ri-a-a-nyan-wa-ti (mariaanyanwati). atau 16 suku kata sekalipun. Misalnya: ma-ri-a-i-tu-can-tik-ta-pi-sa-yang-nya-di-a-la-ki (mariaitucantiktapisayangnyadialaki).

    aku suka panggil nama seseorang dengan lengkap. hehehehe jadi neh, kalo ketemu di jalan

    "hey mariaanyanwati gimana kabar kamu sekarang? kemana aja lo? gak pernah muncul, eh pas ketemu udah punya anak tujuh. oya, mariaanyanwati sekarang tambah gemuk ya! makan apa? batu gunung, ya?"

    yah, sekarang lagi sibuk ngebut buat tulisan di majalahnya temen2 kota, masalah duit juga, juga nulis artikel buat majalahnya natas juga kok. tuh yang minta kakakmu.

    BalasHapus
  12. weeeeeeeeeeeeeeee, dihapus yo komenku yang barusan. weh, anyan kecil yang resee.

    maria, komenku yang terakhir profokatif sekali ya?

    BalasHapus
  13. pit, tulisanmu yang ini kok dalam banget yaa.....hehehhe

    BalasHapus
  14. mestinya kita bisa sama seperti apa yang kita tulis dan apa yang kita jalani

    BalasHapus
  15. kok mestinya? kan tergantung isi tulisannya apa. kalo isinya bohong, gimana?

    BalasHapus
  16. hahaha...memang siiiiih tulisan itu kebanyakan terpengaruh apa yang ada di pikirannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer