tawa gurih dini hari

Pagi baru saja selesai menuliskan tawa kita malam ini.
Sejenak pagi akan memeluk kita dengan erat,
Hhh, hati hati ya.
jangan kalah cepat dengan jarum pendek...



ini puisi pendeknya Adit, yang dikirim tanggal 25 Agustus 2010 pukul 02:38:00 lewat sms

Waktu itu, saya baru tiba di kos dan bersiap hendak tidur. Sebelumnya, saya menghabiskan waktu seharian penuh di luar kos. Kuliah dari pagi hingga siang, lalu dilanjutkan dengan rapat yang cukup menegangkan. Mulai dari pertengahan rapat hingga berakhir, saya berada di depan bersama dengan tiga orang teman laki-laki saya: Adit, Sakha, Adul. Saya lupa persisnya sedang membahas apa, tapi yang jelas membicarakan rundown acara kesayangan kami.

Meskipun cukup lelah oleh rapat itu, kami melanjutkan obrolan di depan ruangan rapat hingga malam. Tak puas, kami pindah ke kantin. Di kantin, kami tinggal bertiga. Adul pulang duluan. Obrolan berkembang menjadi tawa gurih atas semua hal yang terjadi di rapat sebelumnya. Sayang beribu sayang, peraturan kampus hanya mengizinkan kami berada di sana hingga jam 11 malam. Ternyata, kami belum puas. Diiringi satpam seusai mematikan semua lampu kantin, kami beranjak dengan sepeda motor mencari tempat ngobrol lainnya. Dan pilihan kami jatuh pada emperan Circle K dekat kampus. Kami duduk di sana sepanjang malam, melanjutkan tawa gurih itu tadi. Diselingi interogasi masing-masing tentang kehidupan pribadi terutama yang berkaitan dengan asmara. Saya berhasil membawa pulang rahasia si Adit pagi itu sementara hingga saat ini dia masih mencari-cari hal yang saya rahasiakan. Sakha sendiri pagi itu menjadi kubunya Adit. Saya habis dikerjai dan hampir tidak diantar pulang karena tidak mau cerita apa-apa.

Lelah ternyata tidak lagi terasa. Terobati dengan tawa gurih kami di pojok gelap pagi itu. Tapi, tubuh ini tetap butuh istirahat. Orang rumah pun pasti mencari (mungkin aku tidak, kan ngekos). Kami memutuskan untuk pulang pukul 2 pagi. Hhh...waktunya tidur. Dan Adit mengirimkan sms itu. Selanjutnya, malam itu menjadi penanda kepercayaan satu sama lain. Saya belajar banyak dari Sakha dan Adit. Banyaaaaakkk sekali. Entah bagaimana hal itu diatur, tapi saya menemukan tidak hanya dua orang luar biasa itu, tapi puluhan orang luar biasa sekaligus yang kemudian saya panggil "keluarga". Syukurlah, semuanya berjalan baik-baik saja.

Saya merindukan obrolan dan tawa gurih pagi serupa bersama orang serupa pula =)

Komentar

Postingan Populer